Dirjen Gakkum KLHK Sebut Telah Tangani 14 Kasus di Tahura Bukit Soeharto

Aktor pertambangan ilegal di Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto ditangkap dan ditahan di Markas Polres Kota Samarinda. AKAS SYACHRUDDIN/KATABORNEO.COM

SAMARINDA – KATABORNEO.COM
Penyidik Balai Penegakan Hukum atau Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan kembali beraksi. Kali ini, dua penambang ilegal, R (50) dan Y (41) ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dititipkan di Rumah Tahanan Polresta Samarinda.

Keduanya diduga melakukan tindak pidana penambangan ilegal di Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Kedua tersangka terancam hukuman penjara maksimum 15 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Tersangka R beralamat di Desa Pugaluku, Kecamtan Ambuki, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sedangkan Y adalah warga Perumahan Pesona Mahakam Cluster Luwai Blok III Nomor 36 Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kaltim.



Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, Subhan mengatakan, penindakan ini berawal dari laporan masyarakat. Ditindaklanjut dengan operasi yang dilakukan SPORC Brigade Enggang Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan pada Rabu, 19 Agustus 2020.

“Operasi ini berhasil mengamankan 1 unit ekskavator, 1 bulldozer, 1 dump truck yang memuat batubara dan enam pekerja lapangan serta seorang penanggungjawab lapangan,” ungkapnya pada Senin, 24 Agustus 2020 di Samarinda.

Awalnya Penyidik Balai Gakkum KLHK Kalimantan menangkap R yang diduga sebagai penanggungjawab lapangan. Dari hasil pengembangan kasus, keterangan saksi dan pengakuan R, dan barang bukti, penyidik menangkap Y di kediamannya di Perumahan Pesona Mahakam, Samarinda pada Jumat, 21 Agustus 2020.

Menurut Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, saat ini Penyidik masih mengembangkan kasus ini. Guna mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam aktivitas penambangan batubara ilegal di kawasan Tahura Bukit Suharto.

Untuk meningkatkan pengamanan kawasan Tahura Bukit Soeharto, Gakkum KLHK akan terus meningkatkan operasi penindakan. “Sudah ada 14 kasus yang kami tangani terkait dengan tambang illegal di Tahura Bukit Soeharto. Kami harapkan pelaku apalagi pemodal dihukum seberat-beratnya, agar ada efek jera,” tegasnya.



“Kami mengapresiasi dukungan pihak kepolisian, kejaksaan dan masyarakat, khususnya Polda Kalimantan Timur, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, dan Polresta Samarinda dalam penindakan kasus tambang ilegal seperti ini.”

Kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan Polresta Samarinda. Barang bukti diamankan di Balai Gakkum Kalimantan KLHK. “Y yang berperan sebagai pemodal kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Subhan.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 17 Ayat 1 Huruf a dan/atau Huruf b Junto Pasal 89 Ayat 1 Huruf a dan/atau Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. #Akas Syachruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here