Tenaga Kerja Ahli Kesulitan Masuk Ke Indonesia

BULUNGAN – KATABORNEO.COM
Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, terus berproses. Kabarnya, rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan sudah di meja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Komisi Keamanan Bendungan sebagai instansi teknis keamanan bendungan yang bertugas membantu Menteri dalam penanganan keamanan bendungan.

Kendati demikian, PT Kayan Hydro Energi atau KHE, masih kesulitan. Lantaran tenaga kerja ahli belum kembali ke Indonesia. “Ini salah satu dampak pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Sehingga tenaga kerja kita belum bisa kembali ke Indonesia,” jelas Direktur Operasional KHE, Khaerony.

Namun, kesulitan tersebut tidak membuat mereka diam, dan bermacam upaya telah ditempuh. Salah satunya adalah berkomunikasi dengan pemerintah pusat melalui Kepala Kantor Staf Kepresidenan pekan lalu.

“Hasilnya saat ini masih berproses dan beberapa persyaratan harus dipenuhi. Supaya segera masuk ke Kaltara untuk melakukan proses pengerjaan bendungan PLTA Sungai Kayan,” katanya.

Mega proyek tersebut, diakui pembangunannya membutuhkan waktu lama. Paling tidak dalam kurun waktu 10 tahun mendatang baru bisa dirasakan. Imbasnya pun sangat besar. Salah satunya adalah mengembangkan perekonomian di Kaltara. “Kita berharap adanya PLTA ini dapat memberikan efek besar bagi masyarakat Kaltara,” jelasnya.

Khaerony juga menepis kabar beredar jika KHE tidak serius dalam investasi ini. Menurutnya, sejak dicanangkan 10 tahun lalu, KHE dinilai paling siap dalam rencana ini.

Dibuktikan dengan adanya hasil audit internasional yang memberikan nilai 5A3. Salah satu nilai tertinggi. Sehingga dapat disimpulkan, perusahaan tersebut bonafide. “Perusahaan kita termasuk strenght. Investasi awal kita untuk proyek ini sudah mencapai Rp 2 triliun,” ujarnya. #Mandu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here