Dibayar Rp600 ribu Setiap Melakukan Persetubuhan

KUTAI BARAT – KATABORNEO.COM
Apa mau dikata. Seorang pria berstatus PNS di wilayah Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, harus mendekam di sel tahanan. Tidak sendiri, ia bersama tiga pemuda ditangkap Polisi. Mereka disangkakan pasal berlapis, karena diduga telah melakukan persetubuhan dan menjual seorang gadis remaja yang masih berstatus pelajar SMP.

Kasus hukum yang menimpa empat pria tersebut berawal pada Rabu, 8 Juli 2020 sekira pukul 20.00 Wita. Korban, sebut saja Kamboja, merupakan pelajar Kelas 9 salah satu SMP di Kabupaten Kutai Barat. Bersama kawannya, YA, datang ke kawasan Busur di Kecamatan Barong Tongkok.

YA yang berusia 27 tahun, membawa Kamboja ke rumah JN, 54 tahun. JN yang berstatus PNS dan bekerja sebagai guru, masih satu kampung dengan keduanya. YA menawarkan kepada JN, bahwa korban dapat disetubuhi dengan imbalan.

“Tersangka JN tiga kali memberi uang kepada korban. Pertama dan kedua sebesar Rp600 ribu, lalu Rp800 ribu,” ungkap Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat, AKBP Roy Satya Putra, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal, Iptu H Iswanto pada Senin, 20 Juli 2020.

Usai menyetubuhi Kamboja, JN pamit kembali, untuk bekerja dan memang memiliki rumah juga di kampung mereka. Lusa kemudian, tepatnya pad Jumat, 10 Juli 2020 sekira jam 9 malam, Kamboja berbelanja pakaian di Jalan Gajahmada, Barong Tongkok. Ia ditemani FM, berusia 20 tahun, kawan korban yang berasal dari Kecamatan Muara Lawa.

Sebelumnya FM juga telah menyetubuhi Kamboja dan membayar sebanyak Rp600 ribu. “FM menawarkan korban kepada saudara AH yang adalah pedagang pakaian. Lalu AF, 27 tahun, melakukan persetubuhan di rumah JN dengan korban sebanyak satu kali. AH membayar kepada korban sebanyak Rp600 ribu,” beber Kasat Reskrim.

Karena beberapa hari tidak pulang, orangtuanya berusaha mencari tahu keberadaan Kamboja. Bahkan sempat melaporkan kehilangan putrinya itu. Dari bantuan saudara dan rekan-rekan di kampung, akhirnya diketahui Kamboja berada di rumah JN di Barong Tongkok.

“Ditanyai kemana saja, dan apa yang dilakukan, Kamboja mengakui semua kejadian kepada orangtuanya. Tidak terima atas perlakuan empat pria itu, ibu korban melapor ke Polres Kubar. Kami pun menindaklanjuti, dan menangkap empat tersangka tanpa perlawanan,” pungkas Iptu H Iswanto.

Keempat tersangka dikenakan pasal berlapis. Antara lain Pasal 76I junto Pasal 88 dan atau Pasal  81 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang. Mereka terancam hukuman penjara selama 15 tahun. #Sonny Lee Hutagalung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here