200 Paket Daging Dibagikan Kepada Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu

Gotong royong umat di Masjid Babussalam dalam memotong dan membagi daging untuk dibagikan pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah. AKAS SYACHRUDDIN/KATABORNEO.COM

SAMARINDA – KATABORNEO.COM
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Babussalam merayakan Hari Raya Idul Adha. Perayaan kali ini, sebanyak tujuh ekor sapi dan 13 ekor kambing dikurbankan. Masjid di Jalan Rapak Indah 3, Perumahan PLN, RT 40 Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda ini rutin mengadakan kurban.

“Kurban sapi dua ekor dari perorangan, yaitu dari Haji Subandi dan Hajjah Supriatin. Lima ekor sapi lainnya dari sumbangan perkelompok. Yang kambing, swadaya atau sumbangan umat,” ungkap Ridwan Hasan, Ketua Panitia Kurban Masjid Babussalam pada Sabtu, 1 Agustus 2020.

Menurut Ridwan Hasan yang juga Pengurus dan Ketua Seksi Ibadah Masjid Babussalam, setiap tahun pihaknya selalu menyembelih hewan kurban. Setidaknya belasan ekor sapi dan kambing yang dikumpulkan dari sumbangan perorangan dan kelompok.

Ketua Panitia Kurban Masjid Babussalam, Ridwan Hasan.

“Hari ini ada 200 paket daging kita bagi untuk kaum dhuafa dan anak yatim. Selebihnya untuk warga RT 40 dan sekitar masjid ini,” katanya.

Ketua Masjid Babussalam, H Subandi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat sekitar masjid atau lingkungan RT 40 dan sekitarnya. Karena di tengah musim pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 kesadaran berkurban justru meningkat. Padahal kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit.

Terlihat dari jumlah kurban sapi yang tahun lalu lima ekor, tahun 2020 ini menjadi tujuh ekor. Demikian kambing yang tadinya tujuh, menjadi 13 ekor. “Atas nama Ta’mir, kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan masyarakat berkurban di Masjid Babussalam. Semoga Allah SWT menerima kurban-kurban kita,” ujarnya.

Diungkapkannya, terdapat dua syarat dalam syariat Islam yang harus terpenuhi. Agar kurban dapat diterima dan dianggap sah. Berkurban sendiri hukumnya sunah muakadah atau sangat dianjurkan. Sehingga orang yang meninggalkan ibadah tersebut tidak berdosa. Pendapat tersebut dipegang oleh mayoritas ulama (jumhur).

Karena keutamaannya yang agung dalam Islam. Syarat pertama, hewan kurban mestilah hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, atau domba. “Selain hewan-hewan ternak itu, tidak bisa dijadikan sebagai hewan kurban,” ungkap pria yang akrab dipanggil Haji Bandi dan setiap tahun kurban sapi di masjid Babussalam.

Ketua Masjid Babussalam, H Subandi.

Haji Bandi yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, menyebut syarat kedua berkurban. Yakni, hewan ternak yang akan dikurbankan haruslah mencapai usia minimal yang sudah diatur syariat Islam.

Pertama, unta minimal berumur lima tahun dan telah masuk tahun ke enam. Sapi atau kerbau minimal berumur dua tahun dan telah masuk tahun ke tiga. Kambing jenis domba atau biri-biri berumur satu tahun. Kambing jenis domba bisa berumur enam bulan jika yang berusia satu tahun sulit ditemukan. Terakhir, Kambing biasa (bukan domba atau biri-biri) minimal usia satu tahun dan telah masuk tahun kedua.

Anjuran untuk berkurban pun merupakan firman Allah SWT dalam surah Al-Kautsar ayat 2. Yang berbunyi Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. “Semoga mereka yang berkurban diberi rezeki melimpah oleh Allah SWT,” ujar Haji Bandi yang merupakan Politisi Partai Keadilan Sejahtera dan duduk di DPRD Kota Samarinda sejak tahun 2014. #Akas Syachruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here