Diberi Batas Waktu Hingga Senin, 8 Februari 2021

Ketua Hinaq Ayaq Bahau Maraan atau Habama, Hermonius Remon. ISTIMEWA/KATABORNEO.COM

KUTAI BARAT – KATABORNEO.COM
Lima organisasi kemasyarakatan suku Dayak, menilai akun Facebook Sikha Celvia telah melakukan pelecehan. Komentar yang dituliskan akun tersebut beberapa waktu yang lalu dipandang bernada merendahkan martabat, khususnya kaum perempuan suku Dayak. Pemilik akun itu diingatkan untuk segera meminta maaf.

“Kami meminta pemilik akun Sikha Celvia untuk segera mengklarifikasi, dan meminta maaf kepada masyarakat adat Dayak, sebelum hari Senin (8 Februari 2021),” tegas Hermonius Remon, Ketua Hinaq Ayaq Bahau Maraan atau Habama pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Diketahui sebelumnya, akun Sikha Celvia mengomentari salah satu postingan akun lainnya. Postingan tersebut terkait pembunuhan yang terjadi pada Senin, 1 Februari 2021 dengan korbannya seorang perempuan Dayak, Medelin Sumual (20). Pembunuhan itu terjadi di Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.

Adapun komentar tersebut berbunyi “Justru perempuan dayak ini terlalu murahan, diajak laki2 yg bukan suaminya mau aja. Apalagi sdh punya suami”. Komentar tersebut diakui tidak hanya melecehkan dan melukai perasaan keluarga korban, tapi juga masyarakat adat Dayak lainnya. Terutama warga Dayak di Kabupaten Kutai Barat.

“Kita berharap segera ada klarifikasi dari pemilik akun itu. Agar tidak ada kegaduhan dalam masyarakat kita. Kita berharap sebelum hari Senin sudah ada permintaan maaf karena hari Senin, kami akan melakukan pelaporan secara resmi ke Polres Kutai Barat,” jelas Hermonius Remon.

Rencananya, sejumlah ormas lainnya akan turut serta membuat pelaporan bersama Habama. Antara lain, Pasak Mulawarman, Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (LPADKT-KU) Laskar Mandau dan Komando Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Timur (KPADKT).

Tidak hanya itu, Lembaga Bantuan Hukum Fakta dan pihak keluarga korban juga akan ikut menjadi pelapor. Tujuannya, agar pemilik akun Sikha Celvia dapat diproses secara hukum positif dan hukum adat sukat Kabupaten Kutai Barat.

“Jika yang bersangkutan meminta maaf, maka kasus tidak akan dilaporkan ke pihak kepolisian, cukup diselesaikan melalui hukum adat saja,” kata Hermonius Remon saat ditanya kemungkinan pemilik akun tersebut segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat adat Dayak.

“Benar sudah langkah ormas Dayak ambil itu. Biar jera, ke depannya tidak ada lagi kejadian  serupa, dan bijak bersosial media,” ungkap Tian, warga Barong Tongkok. #Sunardi

5 KOMENTAR

  1. Itu kalau sudah menghina kenafa harus nunggu klarifikasi maaf,kalau dia itikat baik belum tentu dia langsung kumen status urang Tampa mikir dulu,saya sebagai wanita Dayak juga mengecam ucapan yg merendahkan suku saya,karna belum tentu mereka baik dari perempuan suku Dayak 🙏 😭 kita punya suku berbeda-beda setidaknya hormati suku manapun itu,selagi masih bisa di perbaiki kenapa tidak,itu yang punya akun punya nyawa berapa dan paras gimana mahalnya? Kalau juga makan nasi ga makan batu hati-hati jaga unungannya, karna hidup menjalani aturan dunia dan takdir hidup masing-masing.

  2. Dan kita juga berharap agar dari suku manapun itu saling menjaga dan menghurmati satu sama lain.kalau kita tidak bisa membantu setidaknya kita bisa bantu dengan do’a dan kumentar yg baik untuk menjalin silaturahmi yg baik pula antar suku,karna musibah itu tidak di kehendaki kapan dan di mana kejadiannya,sekali lagi semoga ini jadi pelajaran bagi pengguna sosmet jgn asal kumen status urang apa lagi menyingung sual suku, hormatilah dari suku manapun keberadaan nya,akan tundah pahari bawin Dayak itah tetaplah bawin Dayak bawin kariuw tetap semangat Ela mahining hinaan uluh,je belum tentu tau bagawi melai Padang himba sama itah bawi Dayak💪

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here