Tidak Mau Diajak Berobat oleh Petinggi, Ketua RT dan Pemilik Penginapan

Untuk antisipasi, jenazah Ideris Aji Akbar dievakuasi dari kamar penginapan oleh tiga personel Koramil 0912-08 Muara Lawa yang mengenakan pakaian standar penanganan Covid-19. SUNARDI/KATABORNEO.COM

KUTAI BARAT – KATABORNEO.COM
Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kamar salah satu penginapan di RT 3 Kampung Muara Lawa, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat pada Senin, 7 September 2020. Jenazahnya pun dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar menggunakan mobil ambulans milik DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Kutai Barat.

Evakuasi dilakukan oleh empat personel Komando Rayon Militer 0912-08 Muara Lawa bersama seorang tenaga kesehatan. Mengantisipasi hal tidak diinginkan, protokol penanganan pencegahan Corona Virus Disease 2019 pun dijalankan.

Informasi diterima KataBorneo, pria yang meninggal dunia tersebut adalah Ideris Aji Akbar. Kelahiran  Tanjung Redeb, 6 November 1963. Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk yang ada padanya, beralamat di Jalan Pangeran Antasari Gang 10 RT 8 Kelurahan Air Putih, Kecataman Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban check in atau mulai menginap di penginapan tersebut pada Rabu, 27 Mei 2020 sekira jam 2 siang. Dua minggu lalu, korban mengeluh sakit dan meminta tolong kepada seorang petugas kebersihan penginapan, Tumiati.

Korban meminta dibelikan roti dan air galon. Melihat kondisi korban, pemilik penginapan menawarkan untuk membawanya berobat. Bahkan Ketua RT, Kepala Kampung atau Petinggi dan Kepala Adat setempat ikut mengajak agar korban mau dibawa berobat.

“Tapi bapak itu tidak mau,” ungkap Tumiati, Ahmadi AS dan Persnadia sebagai saksi yang juga warga RT 3 Kampung Muara Lawa, Kecamatan Muara Lawa.

Pagi tadi, sekira pukul 09.30 Wita, Pemilik Penginapan memanggil korban dari luar kamar. Beberapa kali dipanggil, korban tidak juga menjawab. Akhirnya pintu pamar dibuka, dan korban ditemukan sudah tidak bernyawa di tempat tidur.

Begitu informasi tersebut beredar di media sosial, sejumlah warga menyatakan dukacita. Beberapa netizen juga memberikan komentar atas kejadian tersebut. “Semoga saja bukan karena Covid-19. Kalau sampai karena covid, apalah daya Kubar kalau sudah begini,” kata akun Facebook Laudasius Liing.

“Saya gak berani lihat kesitu, walaupun tempatnya dekat sama rumah saya. Pas ditemukan, jenazahnya katanya sudah busuk. Gak tahu sudah berapa hari meninggalnya, baru ketahuan hari ini tadi,” ungkap akun Misdayudi Jessy Saskya.

Empat petugas yang mengevakuasi korban dari kamar penginapan, berpakaian lengkap sesuai standar penanganan Covid-19. SUNARDI/KATABORNEO.COM

Sedangkan akun Ratna SA menulis jika korban sudah lama menderita penyakit stroke ringan. Sehingga korban tidak bisa berjalan dan selama sakit hanya berdiam di kamar. Ia menyebut korban pernah lama bekerja di pabrik kayu lapis PT Kalhold Utama.

“sudah lama kami tahu, tapi gak mau dijemput anaknya. Keluarganya di Lempake tinggalnya. Orang sudah lama sakitnya, kami sudah menelepon anak beliau menyuruh dijemput. Tapi yang sakit ini gak mau,” tulisnya.

Saat dihubungi melalui telepon, Kepala Kepolisian Sektor Muara Lawa Iptu Hartono dan Komandan Koramil 0912-08 Muara Lawa Kapten Infanteri Rokim, belum bisa merespon. #Sunardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here