Diutamakan Keluarga Enrekang, Karyawan dan Warga Sekitar

Sapi kurban setelah disembelih, akan dibagikan kepada mereka yang berhak menerima. AKAS SYACHRUDDIN/KATABORNEO.COM

SAMARINDA – KATABORNEO.COM
Seekor sapi jenis Limousin berbobot 1.000 kilogram disembelih di Jalan Ringroad 1, Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Hewan itu dikurbankan H Muhammad Nasrullah, seorang pengusaha jasa angkutan dan pengiriman barang atau ekpedisi. Kurban dibagikan kepada yang berhak menerima.

Sapi seharga Rp70 juta itu disembelih di satu gudang penumpukan pupuk yang juga milik pengusaha yang akrab disapa Haji Nasrul. “Kurban ini wujud nyata ketakwaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Saya berbagi atas rezeki yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga,” ungkap H Nasrul kepada KataBorneo pada Jumat, 31 Juli 2020.

Diakui H Nasrul, ia dan keluarga rutin berkurban setiap Hari Raya Idul Adha. Ia meminta hewan qurban dapat disalurkan kepada mereka yang berhak. Khususnya kepada warga Samarinda yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Ikhlas berkurban, pria yang mempersunting wanita asal Kutai ini berharap ujian seberat apapun dalam hidup niscaya akan mendapat hikmah dari Sang Pencipta. Kurban juga dibagikan kepada warga sekitar gudang pupuk, dan masyarakat Kelurahan Loa Bahu dan Kelurahan Loa Bakung. Termasuk karyawan dan keluarga di usaha milik H Nasrul.

H Muhammad Nasrullah, pengusaha pupuk dan ekspedisi yang rutin berkurban setiap tahun. AKAS SYACHRUDDIN/KATABORNEO.COM

“Seperti halnya hewan kurban, keikhlasan dan amal baik manusia tidak bisa digambarkan dengan sebuah nominal. Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah,” ungkap H Nasrul di kediaman, Jalan KH Mas Mansyur Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Sapi Limousin berbobot 1 ton disembelih untuk dikurbankan di gudang penumpukan pupuk, Jalan RingRoad 1, Kota Samarinda pada Jumat, 31 Juli 2020. AKAS SYACHRUDDIN/KATABORNEO.COM

Menurut Agus, Sapi Limousin adalah sapi yang pertama kali dikembangkan di Prancis. Merupakan tipe sapi potong dengan perototan yang lebih baik dari sapi simmental. Bulu berwarna coklat tua, kecuali di sekitar ambing berwarna putih serta lutut ke bawah dan sekitar mata berwarna lebih muda.

“Qurban adalah media ritual, selain zakat, infak dan sedekah. Kita bersyukur ada orang seperti H Nasrul yang rutin berkurban. Di masa pandemi ini, cukup menolong kaum dhuafa bisa menikmati atau makan daging sapi,” kata pria yang juga Imam Masjid An Nur Perumahan Paras, Jalan Jakarta Kelurahan Loa Bahu, Kota Samarinda.

Agus yang juga Ketua RT di Perumahan Paras,  menyebut idul adha dan ibadah kurban memiliki dua makna penting. Yakni ketakwaan manusia atas perintah Sang Khalik, dan sosial. Dimana Rasullulah melarang kaum mukmin mendekati orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki, tapi tidak menunaikan perintah kurban.

“Nabi bermaksud mendidik umatnya agar memiliki kepekaan dalam solidaritas tinggi terhadap sesama,” ungkap Agus yang sehari-hari menjabat Wakil Kepala SMP Negeri 38 Samarinda. #Akas Syachruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here