Hadirkan 8 Samsat dan Giatkan Razia Bersama Polisi dan Dishub

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Pajak dan Restribusi Daerah atau  PPRD Kabupaten Kutai Barat, berhasil melampaui target penerimaan pajak. Prestasi itu dicapai dari tahun ke tahun, hingga tahun 2020 lalu. Meski demikian, instansi yang juga disebut Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap atau Samsat ini terus memotivasi wajib pajak.

Menurut Kepala UPTD PPRD Kubar, Ahmad Sarkawi, realisasi penerimaan pajak selalu melampaui dari target Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur. “Tahun 2021 kita ditargetkan Rp72,89 miliar, dan sudah terealisasi Rp11,57 miliar atau sebesar 15,87 persen hingga Februari 2021 ini,” ujarnya.

Sarkawi memaparkan, di tahun 2019 yang awalnya ditargetkan senilai Rp64,85 miliar dinaikkan menjadi Rp71,8 miliar, tercapai Rp73,6 miliar atau sebesar 102,49 persen. Kemudian di tahun 2020 dengan target awal Rp83,85 miliar menjadi Rp58,49 miliar akibat pandemi Covid-19, teralisasi Rp62,07 miliar atau sebesar 106,12 persen.



Ia merinci, Pajak Kendaran Bermotor atau PKB berdasarkan Target Perubahan ditetapkan pada angka Rp26 miliar dengan realisasi Rp29 miliar lebih. Target Perubahan untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB sebesar Rp32 miliar, terealisasi Rp32,4 miliar.

Sedangkan Pajak Air Permukaan atau PAP realisasinya menyentuh 122 persen atau Rp602 miliar dari Target Perubahan sebesar Rp494 miliar. “Saat ini kesadaran wajib pajak terus meningkat. Ini dibuktikan dengan pajak kendaraan yang terus meningkat,” ungkapnya.

Diakuinya peningkatan pajak kendaraan ini tidak terlepas dari upaya yang terus dilakukan bersama pemerintah dan kepolisian. Dengan terus menyosialisasikan kepada masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah dalam penagihan pajak. Serta rutin melaksanakan razia kendaran bersama kepolisian dan dinas perhubungan.

Guna memudahkan membayar pajak, pihaknya mendekatkan pelayanan pajak dengan menempatkan delapan Samsat di Kubar. Yaitu, tiga Samsat Pembantu, tiga Samsat Payment Point, satu Samsat Paten, satu Samsat Pesat, satu Samsat Desa dan satu Samsat Jelajah.



Tidak hanya itu, guna motivasi kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dengan tepat waktu, pemerintah memberikan hadiah. Berupa uang tunai dengan senilai total Rp2,5 miliar dan akan diundi akhir tahun 2021. “Saat ini ada program relaksasi sampai tanggal 31 Maret 2021. Jangan lewatkan kesempatan yang ada,” jelas Sarkawi.

Ada diskon antara 10 hingga 30 persen untuk masa pajak dan yang sudah jatuh tempo, 5 tahun sampai dengan 9 tahun. Ditambah pembebasan sanksi administrasi denda dan bunga. Ini berlaku di seluruh layanan Samsat sampai dengan 31 Maret 2021. #Sunardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here